Minggu, 01 November 2015

Resmi, HMI Cabang Jambi miliki lembaga baru

HMI CABANG JAMBI. Dalam rangka mewujudkan kreativitas kader dalam berproses,HMI cabang Jambi resmi bentuk lembaga baru.

Bertempat di GIC Hmi cabang jambi, seluruh kader yang berlatar belakang mahasiswa kesehatan gelar muslem(musyawarah Lembaga) untuk memilih formateur kepengurusan.(1/11) pukul 09.20 wib.

Adalah LKMI (Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam) yang pertama kali di adakan sejak HMI cabang Jambi berdiri.
Muslem ini dibuka langsung oleh Ketua umum HMI cabang jambi Firman Syaputra.

Dalam sambutannya ketum yang berasal dari korkom Iain ini mengharapkan pasca terpilihnya formateur LKMI  nanti dapat melaksanakan program kerja
"LKMI ini perdana di Hmi cabang Jambi,ini merupakan sebuah capaian baik.dan akan lebih baik lagi jika nanti LKMI ini dpat berjalan dengan benar sesuai amanat musyawarah".tuturnya.

Muslem LKMI di ikuti oleh 25 kader kesehatan seperti keperawatan,kebidanan dan psikologi
Adapun hasil muslem ini merekomendasikan 3 nama untuk menduduki posisi direktur LKMI yaitu 1.irma (stikba) 2.Anggi (Stikes HI).dan 3.Novi (Stikes HI).

Nama-nama ini akan dipilih oleh presidium HMI untuk diputuskan menjadi direktur LKMI.

(AY)

Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat Sebuah Rujukan Maksimalisasi perjuangan BPL

Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat (Sebuah Rujukan Maksimalisasi Perjuangan BPL).

Oleh: Agung Hidayat

Sebuah kesimpulan yang diambil dari subjektifitas saya selaku manusia, yang didapatkan dari hasil diskusi yang diadakan oleh BPL HMI cabang Jambi dengan tema “Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat” yang disampaikan oleh kanda Jefri Nurahman.
Sudah diketahui bahwasanya Pemberdayaan adalah membebaskan seseorang dari kendali yang kaku, dan memberikan kebebasan kepada seseorang bertanggung jawab terhadap ide-idenya, keputusan-keputusannya dan tindakan-tindakannya. Dalam hal lain pemberdayaan memberikan output kemandirian terhadap objeknya untuk memberikan penguatan kepada masysarakat binaannya. Tentunya bila dikaitkan dengan kaderesasi yang ada di HMI, organisasi ini memiliki persepsi yang sama dalam memandang konteks pengabdian dimana hal tersebut termaktub dalam tujuan HMI “Terbinanya Insan akademis,pencipta,pengabdi,yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di Ridhoi Allah SWT”.

Ketika pemberdayaan merupakan sebuah konsep penguatan masyarakat, HMI juga memandang perkaderan merupakan konsep penguatan kader-kadernya dengan pola memberikan kesetian kepada kader dalam segi pencapaian tujuan HMI, yang tujuan agar kader-kader sadar akan hak dan tanggung jawabnya selaku kader dan tentunya secara tidak langsung penanaman nilai-nilai HMI sudah tertanam secara mendalam kepada kader. Maksud sadar disini bukan proses tidak bisa menjadi bisa akan tetapi dari tidak bisa menjadi bisa dan segera melaksanakannya pada tahapan aplikasinya. Dalam analogi sederhana ketika tebangun dari tidur bukannya tidur lagi tapi bangun tidur setelah itu melakukan aktivitas hingga dia merasa letih dan tertidur dari letihnya.

Hal ini juga akan terlaksana dengan baik ketika pembina dalam hal ini pengurus cabang maupun komisariat dan orang-orang yang telah menempuh jenjang pendidikan yang tinggi di HMI mampu memunculkan rasa partisipasi kader-kadernya dan tidak sepatutnya selaku pembina atupun senior menyalahkan kader-kadernya.
Berikut formulasi yang ditawarkan dari diskusi sebagai standar baku dalam menjalankan konsep pembardayaan yang ada di HMI :

Cabang ----> BPL -----> Komisariat

Kakak Angkat

Dari alur diatas sudah jelas bahwasanya BPL memiliki peran penting dan menjadi formulasi yang sempurna dari berbagai permasalahan proses kaderesasi yang ada pada saat ini. BPL memiliki tugas untuk benar-benar selektif dalam proses penunjukan kakak angkat dan harus memberikan ruang training yang seluasnya-luasnya bagi siapa saja yang mau menjadi kakak angkat. Dan yang jelasnya BPL harus selalu berada pada alur-alur perkaderan yang ideal serta tidak sedikitpun masuk pada ranah politik cabang dan tentunya seluruh pihak harus mendukung dan menerima apapun keputusan baik yang telah dikeluarkan oleh BPL.

Semoga tulisan ini mampu memberikan pemahaman kepada seluruh kader-kader HMI khususnya cabang jambi, bahwasanya BPL memiliki alur-alur yang baku dalam proses kaderisasi HMI maka dari itu partisipasi dalam bentuk menerima seluruh kebijakan BPL merupakan point penting yang harus tertanam pada setiap pengurus cabang maupun komisariat yang ada. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwasanya BPL juga harus dan terus menjalankan fungsinya sebagai badan yang benar-benar bersih, karena tujuan BPL dalam mengelola perkaderan hanya untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT secara pribadi dan mampu mewujudkan 5 kualitas insan cita kepada diri seluruh kader-kader HMI.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Berikut 26 balon kadidat ketua umum PB HMI 2015-2017

HMI CABANG JAMBI. Hingga pendaftaran ditutup. 26 nama resmi daftar sebagai ketum PB HMI.Berikut nama-nama bakal calon ketua umum PB HMI :

1. Fikri Suadu (manado,l.banggai, manokoari, langsa, meulabo, tondano)
2. Ahmad Tantawi (mataram,selong,kuala kapuas,lombok tengah,sumbawa barat,dompu)
3. Aristianto Zamzami (garut,purwekerto,kuningan,majalengka,pematang siantar,pandegelang)
4. M. Chairul Basyar (pustara,ciamis,tebo,kandangan,banjarmasin)
5. Azhar Kahfi (surabaya,payakumbuh,pangkep,tankengon,sumenep)
6. Mulyadi (cilegon,sintang,pontianak,belitung,karawang)
7. Ari Tinendung (lubuksikaping,pacitan,muara bungo,kisaran asahan,curup)
8. Mashur (denpasar,singaraja,sambas,sumbawa)
9. Arista Junaidi (palu,ambon,namlea,SBT,jakarta raya)
10. Tegar Putuhena (sigli,bireun,jantho,malang,fak-fak)
11. Nurhaidan (makassar,konawe,lubuklinggau,kendari,kolaka)
12. Faisal Muhlis (sorong,sanana,tenggarong,bangkalan,wajo)
13. Pahmudin (pinrang,polman,bulukumba,gowa raya)
14. Ricky Valentino (tual,bau2,maktim,tarakan,balikpapan)
15. Harry Rizki (sleman,semarang,tasikmalaya,tembilahan,rengat)
16. Faturahman (salatiga,tegal,surakarta,kudus)
17. Rizal Maulana (solok,bukit tinggi)
18. Agustoro (bolmong,palopo,soppeng,manakarra)
19. Herianto Minda (5 rekom)
20. Arman Saputra
21. Lendi Oktapriyadi (jember)
22. Indra Sakti
23. Herri Mauliza Ori (banda aceh, tapaktuan, abdya, lokhsemawe, poso)
24. Endah Cahya (subang,dumai,jogja, magelang)
25. Ridwan Dalimunte (indramayu,maros,langkat,bandung)
26. Bambang Pria Kusuma (kota bogor, kab.bogor, cianjur, sampit,limboto,jayapura,batusangkar)

ke 26 nama tersebut akan di verifikasi malam nanti (1/11) untuk lolos sebagai calon yang memenuhi syarat untuk maju ke tahap selanjutnya.

(AY / AS)

Mantan presma STIE Muhammadiyah isi materi teknik sidang

HMI CABANG JAMBI. Mantan presma STIE Muhammadyah Fairi kausal isi materi teknik sidang LK1 Komisariat hukum Unbari.(31/10) pukul 23.00

Dalam kondisi gelap tanpa listris, materi teknik sidang tetap dilanjutkan.meskipun dengan penerangan  lilin seadanya tetap tidak mengurangi semangat peserta untuk aktif dalam training.

Teknik sidang ini di isi oleh Fairi kausal mantan presma Stie Muhammadyah 2013-2014 dan juga ketua umum aktif himsar (himpunan mahasiswa sarolangun)

(AY)

Jumat, 30 Oktober 2015

Sempat tertunda, LK1 Komisariat Hukum resmi dibuka

HMI CABANG JAMBI.  Lk1 komisariat hukum unbari yang sempat tertunda minggu lalu akhirnya di gelar kembali.

Bertempat di GIC Hmi cabang Jambi LK1 ini dibuka langsung oleh ketua umum Hmi Cabang Jambi Firman Syaputra S.(30/10) pukul 14.15 wib.

Pembukaan lk1 ini turut dihadiri oleh ketum komisariat hukum unbari Rico,ketum korkom unbari Tanpu bolon dan Tommy akbar tim master pengelola training.

Lk1 ini sempat tertunda selama seminggu karena jumlah peserta tidak mencapai 15 orang sebagai syarat untuk dilaksanakannya training.

LK1 ini akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan mulai hari ini hingga senin pagi penutupan.

(AY)

Kamis, 29 Oktober 2015

Kabid PA bekali kader pra LK2

HMI CABANG JAMBI. Kabid PA berikan pembekalan untuk persiapan kader berangkat LK2

Bertempat di GIC Hmi cabang Jambi,kabid PA HMI Cabang Jambi Anton penuhi permintaan kader untuk persiapan LK2.(kamis,29/10/15 pukul 22.45).

Follow up perdana ini mengangkat tema ke HMI an
Meliputi konstitusi dasar HMI dan tafsirannya.
Dalam pemaparannya kabid PA tegaskan pemahaman ke HMI an harus tuntas.

"Kita harus defenisikan dengan murni defenisi kader.yaitu tulang punggung organisasi.yang memang seutuhnya tulang punggung,yang memiliki peran dalam himpunan ini"

Di samping materi ke HMI an.kedepan akan di adakan follow up ke indonesiaan."sehingga apa yang kita harapkan dari jebolan LK2 ini mampu mewujudkan tujuan tersebut" tuturnya

Sekedar informasi,follow up ini di prakarsai dan di minta oleh kader yang ingin berangkat LK2 meliputi,aan,agus,aap dan kholik yang kesemuanya adalah kader komisariat syariah korkom IAIN STS Jambi.

Peringati sumpah pemuda.HMI turun kejalan

HMI CABANG JAMBI.
peringati hari sumpah pemuda.HMI kecam perusahaan yang lahannya terbakar

Menyikapi permasalahan bencana asap yang telah terjadi ±4 bulan ini yang telah terjadi di Sumatera khususnya Provinsi Jambi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi lakukan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia Jambi (Rabu,28/10/2015) mulai pukul 9.00- 11.45.

HMI sangat mengecam pihak-pihak pelaku karhutla yang menyebabkan banyak kerugian diberbagai sektor seperti: pendidikan, ekonomi, dan yang tak kalah lebih penting permasalahan kesehatan masyarakat.

Bertepatan dengan hari sumpah pemuda ke-87 tahun ini, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jambi selaku pemuda Jambi sangat perihatin terhadap kinerja pemerintah yang cenderung lamban dan tidak serius dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang telah ataupun sedang terjadi di Propinsi Jambi.

Berkenaan dengan berbagai macam permasalahan yang telah atau sedang terjadi di Propinsi Jambi, HMI Cabang Jambi melalui korlap aksi Agus Soekarno mengecam dan menuntut;

1. Mengecam pemerintah yang lamban dan cenderung tidak serius dalam penanganan permasalahan bencana kabut asap di Propinsi Jambi
2. Mengecam tindakan arogansi dari pihak aparatur keamanan dalam hal ini kepolisian yang telah melakukan pemukulan terhadap kawan-kawan mahasiswa dan pemuda saat pelaksanaan aksi unjuk rasa.
3. Mendesak pemerintah untuk menyabut izin perusahaan yang telah terbukti melakukan pembakaran Hutan dan Lahan.
4. Menuntut dan mendesak Pj. Gubernur Jambi mengeluarkan kebijakan tepat dan cepat dalam persoalan bencana kabut asap di Propinsi Jambi

Demikian tuntutan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, berkenaan aksi yang telah di laksanakan pada tanggal 28 Oktober  kemarin

(AY)