Sabtu, 07 November 2015

Sampaikan materi mission pada follow up,kabid PAO pertanyakan militansi kader

JAMBI. Dalam rangka menjalankan roda perkaderan dalam lingkungan HMI Cabang Jambi,komisariat Ekonomi korkom Unbari adakan Follow up Minggu,(7/11) pukul 15.00

Bertempat di sekretariat Hmi korkom Unbari,follow up yang digelar komisariat Ekonomi berjalan sukses dan kritis, follow up ini mengusung materi Mission Hmi yang di sampaikan oleh Kabid PAO Hmi cabang Jambi,Inta Umri Habibi atau lebih akrab di panggil iin.

Dalam follow up ini turut hadir ketum korkom unbari darmawan,ketum komisariat Hukum Rico dan seluruh kader komisariat yang ada di lingkungan korkom unbari,seperti komisariat ekonomi,hukum dan Kip.

Dalam penyampaiannya iin habibi mengingatkan agar seluruh kader HMI agar memiliki semangat juang untuk mewujudkan cita-cira Hmi yg tertuang dalam tujuan yaitu terbinanya insan akademis,pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertnggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridio Allah swt.

(AY)

Jumat, 06 November 2015

Komisariat tarbiyah adakan LK1

JAMBI. komisariat Tarbiyah adakan lk1 Jumat (6/11)

Dalam rangka perkaderan Hmi kembali adakan Basic Training

Bertempat di GIC Hmi cabang jambi ketua umum cabang Firman Syaputra buka lk1 didampingi ketum konisariat Fery Andeswan.

Adapun peserta yang ikut training ini berjumlah 18 orang terdiri dri 12 putri dan 6 putra.kesemuanya merupakan mahasiswa Iain Sts jambi.

Lk 1 ini akan dilaksanakan selama 4 hari.terhitung hari ini hingga senin pagi penutupan.

Gallery follow up

Follow up KMO kohati cabang jambi bersama kanda Hadi Suprapto Rusli (sabtu,17 oktober 2015) di taman Aggrek Jambi

Selasa, 03 November 2015

HMI GELAR FGD "PILKADA DIDEPAN MATA"

JAMBI. Pilkada serentak 9 Desember sudah didepan mata, 37 hari lagi semua pemilih akan memberikan hak suaranya di bilik suara masing-masing.

Himpunan mahasiswa islam cabang jambi gelar Focus Grup Discusion(FGD) di GIC selasa(3/11) pukul 21.00 yang saat ini sedang berlangsung.

FGD ini menghadirkan pemateri dari pihak KPU diaantaranya Yatno Komisioner Kpu Kota Jambi dan Sanusi Komisioner Kpu Provinsi Jambi yang keduanya merupakan alumni HMI.

Dalam FGD ini Yatno berkali-kali katakan tolak money politik dan maksimalkan peran serta mahasiswa dalam moment pilkada ini. Disamping itu juga beliau katakan mahasiswa harus menjadi pengawal dalam pilkada ini.

"Katakan kepada teman-teman jika belum terdaftar dalam DPT melapor ke KPU supaya datanya bisa kita olah,apakah mau milih di kota jambi atau di daerah asal.supaya namanya tidak ganda" katanya.

Salah satu peserta FGD menanyakan apa perbedaan perafa kampanye yang disediakan KPU dengan yang lainnya beliau menjawab
"Selain peraga yang disediakan kpu ,semuanya adalah ilegal,adapun bedanya adalah perada kampanye baliho yang disediakan kpu selalu gandengan.dan dipasang di titik yang telah di tentukan. Jika ada baliho calon yang tidak gandengan berrti itu pelanggaran.silahkan lapor"tutupnya

(AY)

Minggu, 01 November 2015

Poto-poto LK1 HMI KOMISARIAT Hukum Korkom Unbari

Ini poto saat teknik sidang malam minggu dan penutupan pagi senin tanggal 2-11-2015

Resmi, HMI Cabang Jambi miliki lembaga baru

HMI CABANG JAMBI. Dalam rangka mewujudkan kreativitas kader dalam berproses,HMI cabang Jambi resmi bentuk lembaga baru.

Bertempat di GIC Hmi cabang jambi, seluruh kader yang berlatar belakang mahasiswa kesehatan gelar muslem(musyawarah Lembaga) untuk memilih formateur kepengurusan.(1/11) pukul 09.20 wib.

Adalah LKMI (Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam) yang pertama kali di adakan sejak HMI cabang Jambi berdiri.
Muslem ini dibuka langsung oleh Ketua umum HMI cabang jambi Firman Syaputra.

Dalam sambutannya ketum yang berasal dari korkom Iain ini mengharapkan pasca terpilihnya formateur LKMI  nanti dapat melaksanakan program kerja
"LKMI ini perdana di Hmi cabang Jambi,ini merupakan sebuah capaian baik.dan akan lebih baik lagi jika nanti LKMI ini dpat berjalan dengan benar sesuai amanat musyawarah".tuturnya.

Muslem LKMI di ikuti oleh 25 kader kesehatan seperti keperawatan,kebidanan dan psikologi
Adapun hasil muslem ini merekomendasikan 3 nama untuk menduduki posisi direktur LKMI yaitu 1.irma (stikba) 2.Anggi (Stikes HI).dan 3.Novi (Stikes HI).

Nama-nama ini akan dipilih oleh presidium HMI untuk diputuskan menjadi direktur LKMI.

(AY)

Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat Sebuah Rujukan Maksimalisasi perjuangan BPL

Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat (Sebuah Rujukan Maksimalisasi Perjuangan BPL).

Oleh: Agung Hidayat

Sebuah kesimpulan yang diambil dari subjektifitas saya selaku manusia, yang didapatkan dari hasil diskusi yang diadakan oleh BPL HMI cabang Jambi dengan tema “Konseptualisasi Pemberdayaan Masyarakat” yang disampaikan oleh kanda Jefri Nurahman.
Sudah diketahui bahwasanya Pemberdayaan adalah membebaskan seseorang dari kendali yang kaku, dan memberikan kebebasan kepada seseorang bertanggung jawab terhadap ide-idenya, keputusan-keputusannya dan tindakan-tindakannya. Dalam hal lain pemberdayaan memberikan output kemandirian terhadap objeknya untuk memberikan penguatan kepada masysarakat binaannya. Tentunya bila dikaitkan dengan kaderesasi yang ada di HMI, organisasi ini memiliki persepsi yang sama dalam memandang konteks pengabdian dimana hal tersebut termaktub dalam tujuan HMI “Terbinanya Insan akademis,pencipta,pengabdi,yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di Ridhoi Allah SWT”.

Ketika pemberdayaan merupakan sebuah konsep penguatan masyarakat, HMI juga memandang perkaderan merupakan konsep penguatan kader-kadernya dengan pola memberikan kesetian kepada kader dalam segi pencapaian tujuan HMI, yang tujuan agar kader-kader sadar akan hak dan tanggung jawabnya selaku kader dan tentunya secara tidak langsung penanaman nilai-nilai HMI sudah tertanam secara mendalam kepada kader. Maksud sadar disini bukan proses tidak bisa menjadi bisa akan tetapi dari tidak bisa menjadi bisa dan segera melaksanakannya pada tahapan aplikasinya. Dalam analogi sederhana ketika tebangun dari tidur bukannya tidur lagi tapi bangun tidur setelah itu melakukan aktivitas hingga dia merasa letih dan tertidur dari letihnya.

Hal ini juga akan terlaksana dengan baik ketika pembina dalam hal ini pengurus cabang maupun komisariat dan orang-orang yang telah menempuh jenjang pendidikan yang tinggi di HMI mampu memunculkan rasa partisipasi kader-kadernya dan tidak sepatutnya selaku pembina atupun senior menyalahkan kader-kadernya.
Berikut formulasi yang ditawarkan dari diskusi sebagai standar baku dalam menjalankan konsep pembardayaan yang ada di HMI :

Cabang ----> BPL -----> Komisariat

Kakak Angkat

Dari alur diatas sudah jelas bahwasanya BPL memiliki peran penting dan menjadi formulasi yang sempurna dari berbagai permasalahan proses kaderesasi yang ada pada saat ini. BPL memiliki tugas untuk benar-benar selektif dalam proses penunjukan kakak angkat dan harus memberikan ruang training yang seluasnya-luasnya bagi siapa saja yang mau menjadi kakak angkat. Dan yang jelasnya BPL harus selalu berada pada alur-alur perkaderan yang ideal serta tidak sedikitpun masuk pada ranah politik cabang dan tentunya seluruh pihak harus mendukung dan menerima apapun keputusan baik yang telah dikeluarkan oleh BPL.

Semoga tulisan ini mampu memberikan pemahaman kepada seluruh kader-kader HMI khususnya cabang jambi, bahwasanya BPL memiliki alur-alur yang baku dalam proses kaderisasi HMI maka dari itu partisipasi dalam bentuk menerima seluruh kebijakan BPL merupakan point penting yang harus tertanam pada setiap pengurus cabang maupun komisariat yang ada. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwasanya BPL juga harus dan terus menjalankan fungsinya sebagai badan yang benar-benar bersih, karena tujuan BPL dalam mengelola perkaderan hanya untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT secara pribadi dan mampu mewujudkan 5 kualitas insan cita kepada diri seluruh kader-kader HMI.