Pekanbaru, 28 November 2015
Seiring berjalannya kongres HMI yang telah berlalu selama 6 hari, banyak sekali dinamika yang terjadi, dari mulai pemberitaan buruk media yang sangat mengusik organisasi ini tentunya merupakan salah satu dinamika yang ada. Pemberitaan tentang jalannya kongres yang ricuh dan menggangu masyarakat tentunya sangat terbantahkan dengan kenyataan bahwasanya mulai dari berjalannya kongres menunjukkan kongres yang berkualitas. Salah satunya yang terjadi pada sore ini, dinamika kongres yang berkualitas dengan adanya kajian-kajian tentang keislaman tampak nyata dilaksanakan oleh kader-kader HMI se-Indonesia. Sore ini kader HMI dari cabang malang menjadi Pemateri tentang Konsep Kebenaran. Riuh resah pemberitaan soal kongres yang tidak berkualitas seakan terbantahkan dengan ikut sertanya pihak aparat keamanan (Polisi) menyampaikan argumennya dan turut meramaikan jalannya diskusi ini.
Sahab salah satu polisi yang mengikuti diskusi menyampaikan bahwa "diskusi ini merupakan salah satu cara menunjukkan Uniknya organisasi HMI, semoga dengan adanya kajian-kajian seperti ini akan menciptakan kongres HMI yang aman dan berkualitas".
(AH)
Sabtu, 28 November 2015
Pak Polisi fokus mengikuti Kajian HMI
Selasa, 24 November 2015
Mandiri "Kader HMI komisariat STIE Berwirausaha"
Pekanbaru, 25 November 2015
Di tengah hangatnya Kongres HMI XXIX dengan segala dinamikanya. Kader HMI komisariat STIE Jambi memanfaatkannya dengan mengembangkan jiwa wirausaha mereka. Hal ini tentunya bisa menjadi pelajaran bagi komisariat lain untuk mampu mengembangkan jiwa wirausaha. Karena momentum kongres bukan hanya tempat untuk kita belajar berpolitik saja tapi juga tempat untuk belajar berwirausaha
Randi salah satu penggagas mengatakan " Jiwa wirausaha memang harus di timbulkan dalam diri setiap kader, khususnya kader HMI Jambi karena selain belajar mandiri wirausaha juga merupakan salah satu ilmu yang diajarkan Rasulallah Saw dalam mencari rejeki". Mulai dari mulai kongres HMI di buka kader komisariat STIE mulai berjualan Buku-buku dan sovenir HMI, 3 hari kongres berjalan mereka telah menghabiskan 50% bahan dagangannya.
(AH)
Jumat, 20 November 2015
Tidak Boleh di Remehkan (Pentingnya Literasi Informasi)
Dalam kegiatan sehari-hari dalam sebuah organisasi, perusahaan, maupun individu menghasilkan dokumen berisi informasi. Hal itu ditambah pula dengan berkembangnya ilmu teknologi yang secara langsung membuat jumlah informasi semakin banyak. Teknologi yang ada sekarang ini memudahkan kita untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja dan dalam bentuk apapun. Ribuan dan bahkan jutaan informasi berada disekitar kita. Berbagai jenis media menyampaikannya hingga sampai kepada setiap orang. Perkembangan teknologi yang sedemikian cepat dan pesat menyebabkan munculnya berbagai informasi yang dihasilkan selain buku atau bahan tercetak, misalnya microfilm, cakram padat, e-book, dan lain sebagainya. Hal itu mengakibatkan ledakan informasi yang sangat dahsyat. Didalam Istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan jumlah informasi dengan cepat dan menghasilkan begitu banyak data. Kemudian berkembang isilah-istilah lain seperti informasi polusidan lain sebagainya.
Menurut Rubin, Penggunaan istilah tersebut menggambarkan, informasi yang ada saat ini sangatlah berlimpah dan tidak terbendung sehingga menimbulkan ketakutan sekaligus kecemasan informasi (information anxiety). Dalam infrastruktur informasi, peran perpustakaan merupakan penyebar informasi yakni dalam membantu seseorang menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhanya. Rubin mengemukakan bahwa perkembangan teknologi juga mengakibatkan saluran penyebaran informasi menjadi bervariasi, misalnya internet, Televisi, jaringan telepon umum, jaringan telepon seluler dan lain sebagainya. Di satu sisi saluran-saluran tersebut menyediakan akses informasi yang besar, sementara di sisi lain semakin banyak informasi yang diciptakan dalam bentuk elektronik semakin besar pula ketergantunganya pada komponen elektronik (komputer, telepon, radio, televisi) dan ketergantungan pada penyebar informasi tradisional seperti perpustakaan semakin berkurang.
Oleh karena itu khususnya pada masyarakat sebagai pengguna informasi, harus memiliki sebuah kemampuan untuk mengenali kebutuhan informasi, membangun strategi pencarian informasi, menemukan dan mengakses informasi, mengorganisasikan, mengevaluasi dan menggunakan informasi secara etis dan tepat, mengkomunikasikan dan menciptakan informasi.
Untuk mendapatkan kemampuan literasi informasi seseorang perlu mencari tahu bagaimana di dalam literasi informasi itu atau perlu mendapatkan bimbingan terlebih dahulu setiknya belajar dengan orang yang lebih ahli mengenai literasi informasi atau bisa juga melalui internet. Masyarakat lah nantinya yang akan mendidik anak-anak mereka seperti, membaca dan menulis dan bagaimana mencari informasi yang dibutuhkan setelah didapatkanya kemudian memilih dan mengolah informasi tersebut lalu disebarkan atau diberikan kepada orang lain. Tentunya informasi yang mereka dapatkan informasi yang bersifat positifdan mendidik. Pendidikan literasi informasi hendaknya diperkenalkan kepada masyarakat agar masyarakat nantinya terbiasa dengan pencarian informasi yang dibutuhkan sehari-hari terutama di dalam mendidik orang yang ada disekitarnya. Kemampuan literasi semacam ini bersifat longlife learning atau dengan kata lain pembelajaran yang berguna sepanjang hayat. Kemampuan ini dapat dipakai dalam kehidupan mereka kelak misal dalam kehidupan sosial, bidang pekerjaan atau dalam mengambil keputusan.
Literasi informasi juga dapat membentuk pribadi yang berpikir kritis, untuk itu sangat penting kemampuan berpikir kritis karena seseorang tidak percaya begitu saja dengan informasi yang ada serta didapatnya. Kemampuan seperti inilah yang dapat mendorong seseorang untuk selalu ingin tahu terhadap segala informasi yang selalu berkembang dan terus mencari kebenaranya, kemudian ia mencari informasi dari berbagai sumber dan akhirnya dapat menemukan kebenaran informasi tersebut
(AH)
Kamis, 19 November 2015
Benih Ekonomi Liberal (Sebuah Ketakutan Akan Realita Saat Ini)
Seperti dikemukakan oleh Partadiredja (1983), seorang pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, sebagian besar negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, menganut sistem ekonomi campuran. Terdapat pemilikan swasta perseorangan atas alat- alat produksi yang berdampingan dengan pemilikan negara, dan bahkan pemilikan kelompok-kelompok persekutuan adat. Mekanisme harga dan pasar bebas, hidup berdampingan dengan perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah. Sebagian besar harga barang dan jasa dan faktor produksi ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Pemerintah juga mempengaruhi kekuatan permintaan dan penawaran tersebut melalui kebijaksanaan harga, termasuk penetapan upah minimum. Mengenai turut campurnya pemerintah dalam kehidupan ekonomi, dapat dilihat ketentuan pada ayat 2 dan 3 pasal 33 UUD 1945. Ayat 2 tersebut berbunyi “Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara“. Menurut Mohammad Hatta, yang merumuskan pasal 33 tersebut, dikuasai oleh negara tidak berarti negara sendiri yang menjadi pengusaha, usahawan atau ondenemer. Selanjutnya dikatakan bahwa kekuasaan negara terdapat pada membuat peraturan-peraturan guna kelancaran jalan ekonomi, peraturan yang melarang penghisapan orang lemah oleh orang yang bermodal. Demikian pula negara mempunyai kewajiban supaya ketentuan yang termuat pada pasal 27 ayat 2 dapat terlaksana. Ketentuan itu berbunyi “ tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan “. Dalam dokumen GBHN pada masa Orde Baru, sistem ekonomi Indonesia dinamakan sebagai demokrasi ekonomi yang memiliki cirri-ciri positif diantaranya Pertama, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Kedua, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan memenuhi hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Ketiga, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. dengan memaknai cirri-ciri positif tersebut tidak menutup kemungkinan terdapat makna atau dampak negative dari system perekonomian demokratis tersebut, salah satu faktanya adalah liberal economy. Liberal merupakan ekonomi pasar yang mempunyai kebebasan untuk melakukan langkah-langkah kegiatan ekonomi kepada pelaku ekonomi bertransaksi akan tetapi dalam ekonomi liberal pemerintah tidak ikut campur tangan melainkan hanya turut mengontrol agar terlaksananya transaksi ekonomi. Masyarakat bebas mengambil keuntungan, bebas memilih pekerjaan dan lain sebagainya. Namun kemampuan bersaing sangat menentukan bagaimana kelangsungan perekonomian yang di jalani, dalam arti lain yang memiliki modal kecil dan tidak mampu bersaing dengan pemilik modal besar akan semakin tertindas. Kekhawatiran dan dampak negative dari system perekonomian yang dibangun secara demokratis ini tampaknya telah timbul di Indonesia. Dapat kita lihat saat ini pemilik modal, bos, pengusaha dll, yang memiliki modal dengan skala besar sangat menguasai arah pergerakan ekonomi Indonesia. Hal ini sebenarnya sudah lama ditakutkan oleh pelaku-pelaku ekonomi kecil yang ada di Indonesia. Salah satunya contoh adalah dengan menjamurnya toko-toko klontong mewah seperti alfmart,indomart,jambimart dan sebagainya memberikan dampak besar terhadap pengusaha-pengusaha kecil disekitarnya. Pola kemawahan dalam bertransaksi jual beli saat yang saat ini sedang ditanamkan oleh pemilik modal besar membuat masyarakat Indonesia terjerumus dalam pola yang sedang dibangun yang mana sangat berakibat buruk bagi pengusaha toko kecil, serta pengusaha yang tidak memiliki modal besar. Masyarakat Indonesia tidak mampu bersaing dengan adanya hal tersebut. Dampaknya walaupun pertumbuhan ekonomi secara nasional meningkat akan tetapi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat tidak terwujud padahal sebenarnya inti utama dari setiap kebijakan ekonomi dan sitem ekonomi yang dibangun seharusnnya sangat mengutamakan kepentingan rakyat sehingga dapat mewujudkan kemakmuran pada rakyat yang esensinya telah tertulis pada UUD 1945
(AH)
Sambangi cabang dalam badko Jambi,kandidat ketum Kohati ini usung rumah ideologi bagi Kohati
INSANCITAMEDIA. Sambangi cabang dalam badko jambi,kandidat ini sekaligus nikmati keindahan Kerinci (18/11)
Salah satu kandidat ketum kohati yang akan bertarung pada munas ke-22 Pekanbaru usung konsep rumah Ideologi Kohati.
Adalah Yenni Patrizia, kabid eksternal kohati periode saat ini yang juga berasal dari Makassar serius akan bangun kohati kedepan yang tertuang dalam "rumah ideologi"
Rumah ideologi yang dimaksud adalah
Membangun kohati dalam bingkai kekeluargaan.
"Rumah ideologi ini seperti sebuah bangunan rumah yang nyaman dan memiliki struktur bangunan yang kokoh, sehingga dengan kekokohan bangunan ini akan menghasilkan konsep progresif untuk kemajuan Kohati kedepan,dan ideologi nya adalah islam." Katanya.
Disamping itu beliau mengtakan dalam internal kohati yang harus di tonjolkan adalah sisi kekeluargaan,bukan konfliknya. Beliau juga menyoroti pergerakan peminis perempuan hari ini uang sidah tidak sesuai dengan syatiat slam yang ada di Barat.
Dalam silaturahminya di Jambi beliau sangaT senang dengan sambutan teman-teman kohati yang sangat antusias berdiakusi serta memberikan masukan untuk Yenni. Beliau juga senang mengunjungi eberapa objek wisata dalam provinsi Jambi seperti Kerinci dan sungai penuh
Adapun cabang yang dikunjunginya adalah cabang Batanghari,sarolangun,bangko,kerinco,bungo,tebo,Jambi dan TanjabBarat.
Dokter alumni UMI Makassar ini ajak seluruh kader kohati kedepannya untuk menggalakan gagasan untuk kemajuan trlepas siapun yang jadi ketum KOhati pada munas ini harus membawa perubahan yang lebih baik untuk kemajuan kohati dan Hmi kedepannya.
(AY)
Jumat, 13 November 2015
Sukses,FGD Hukum dan Ham munculkan beberapa rekomendasi
INSANCITAMEDIA.JAMBI. Focus Grup Discusion dengan thema "Hukum dan media massa : menakar independensi media massa hari ini sukses dan diikuti antusias oleh seluruh kader Hmi yang Hadir di Graha Insan Cinta,kamis (13/11).pukul 14.30 wib.
Himpunan mahasiswa Islam cabang Jambi melalui bidang hukum dan ham kembali mengdakan FGD yang diikuti dengan antusias dan penuh kritik terhadap media massa maupun media tv hari ini.
Dalam FGD ini Hmi mengundang pelaku pers Herri Noveldi atau yang akrab di kenal dengan Nama pena Herri N Posmo. Beliau adalah ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi dan pimred posmetro Jambi.
pemateri memeparkan kondisi media massa hari ini,khusunya keindependensian media dan hukum-hukum dalam jurnalistik secara detail seauai dengan permintaan kader.
"Pers sebagai pilar ke 4 dalam demokrasi saat ini memiliki peranan dan fungsi penting dalam demokrasi pasca orde baru.namun kalau aktifitas ini tidak dikawal dengan seksama akan merugikan bagi konsumen media massa"tutur Heri
Ketika ditanya oleh peserta FGD sepertinya media massa hari ini cenderung berpihak dalam pilkada provinsi Jambi beliau tidak menjawab,namun beliau mengatakan ada beberapa ciri media massa tersebut mengarah kepada salah satu kandidat.dengan menilai konten berita secara keseluruhan,beliau menyarankan hukuman terbaik bagi nerita yang tidak seauai demgan kebenaran adalah dengan tidak melihat atau membacanya sama sekali.
Namun Fakta dalam masyarakat kita berkata sebaliknya, bahwa masyarakat belum siap cerdas.itu terbukti daro tingkat keaukaan masyarakat dalam membaca atau menonton yang lebih suka pada berita atau tontonan yang menarik ketimbang yang penting.
Kabid hukum dan ham Hmi cabng Jambi Afriansyah mengatakan kegiatan ini kita lakukan sebagai ajang diakusi kader dan bagian dari realisasi program cabang sendiri. Meakipun pesertanya sedikit beliau tak menyoal yang penting adalah Qualitas dan bukan kuantitas.
"Udangan sudah kita sebar keseluruh komisaroat dan kader,mekipun yang hadir segini,ya tak masalah"tandasnya.
Ada beberapa rekomendasi dalam FGD ini diantaranya adalah,perkuat regulasi pers sehingga jurnalis lebih berkualitas, revitalisasi funsi dewan Pers dan komisi penyiaran, bekukan berikan sanksi kepada media yang melakukan pemberitaan yang tidak memenuhi karya jurnaliatik.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan kenangan dari Ketua Umum Firman kepada pematero sebagai wujud terima kasih atas kerjasama yang baik antara HMI dan AJI
(AY)
Selasa, 10 November 2015
Kohati cabang jambi tabur bunga di makam pahlawan
JAMBI. Kohati cabang Jambi tabur bunga pada peringatan hari pahlawan 10 November di Taman Makam Pahlawan Jambi(10/11) pukul 11.00 siang tadi.
Pada peringatan hari pahlawan ini Kohati tabur bunga wujud menghargai perjuangan pahlawan khususnya pahlawan Jambi yang berjuang mempertahan kemerdekaan Indonesia dan Jambi pada masa lampau.
Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pengurus Kohati Cabang Jambi dan beberapa pengurus Hmi Cabang Jambi.
(AY)